Langsung ke konten utama

EXODUS

Setelah sekian lama berada dalam labirin-segi-enam atau yang disebut maze itu, satu persatu dari ke dua belas makhluk dari planet antah berantah itu keluar. Yang dulunya mereka masuk kedalam sebuah labirin yang entah dimana ujungnya, mereka semua berpencar mencari jawaban. Kekuatan mereka tidak lagi berfungsi didalam labiri tersebut, padahal mereka sedang merasa bingung dan takut. Gelap. Pengap. Sangat membingungkan. Dan butuh waktu yang lama untuk menemukan jawaban untuk bisa keluar dari sini.
                Ketika mereka semua keluar, terasalah lega pada hati mereka. Tapi, tunggu, dimana mereka? dimana anggota yang lain? Semuanya berfikir sama seperti itu. Terdengarlah suara yang lirih, yang memberitahukan mereka bahwa mereka harus kembali bersatu bersama kekuatan mereka masing-masing. Tunggu, kekuatan? Kekuatan apa? Seakan lupa. Mereka benar-benar lupa. Dan satu lagi, suara itu memberi tahu mereka bahwa ada 2 anggota yang belum keluar dari labirin itu. Mereka terlalu lemah, tidak bukan lemah, tetapi hanya sudah bosan dengan tantangan yang diberikan pada mereka. Mereka tidak percaya akan adanya kebahagiaan di akhir dengan cara melewati tantangan ini. 2 orang itu lebih memilih kembali mundur dan mencari jalan untuk kembali. Namun mereka salah, kembali menuju pintu masuk membuat mereka semakin tersesat. Mungkin suatu saat mereka akan kembali ke dunia nyata, ketempat asalnya. Tetapi tidak dengan kekuatannya, tidak dengan ingatannya, tidak pula dengan kenangannya. Menyedihkan? Ini sudah menjadi keputusan mereka sendiri. Padahal kekuatan mereka termasuk kekuatan yang terhebat dari ke-12 kekuatan lainnya. Tapi bagaimana lagi, perpisahan didalam labirin ini berarti sama saja memisahkan mereka berdua dengan kesepuluh anggota lainnya, di dunia nyata sekalipun. Menyakitkan.
                Mereka bukanlah manusia biasa. Mereka mempunyai kekuatan, juga memiliki misi. Dengan kekuatannya mereka berusaha mendamaikan, mengembalikan, alam seperti yang dulu. Bagaimana dengan kekasih? Kekasih? Apa itu kekasih? Mereka bahkan belum mengerti makna sebenarnya. Mereka hanya bertugas membahagiakan, dengan seperti itu mereka juga akan bahagia. Lalu apakah mereka bisa menyelesaikan semuanya? Dengan keadaan yang sekarang? Terpencar? Tidak ingat? Mampukah mereka?

.....

London, 15 : 01.
                Cahaya matahari pagi yang menyilaukan berhasih membuat mata seorang bernama Kai ini. Kai? Iya Kim Kai. Pikirannya masih blank. Dimana ia sekarang? Ramai. Banyak orang. Tetapi tak ada satupun yang ia kenal. Ia  memegang kepalanya yang tiba-tiba terasa sakit itu. Bayangan-bayangan yang menurutnya aneh bertubi-tubi datang menghantui pikirannya. Ia pun mulai gundah. Kai merapikan pakaiannya lalu keluar dari tempat dimana ia tersadar. Berlari tak tentu arah. sesekali menoleh kebelakang, ia selalu merasa diikuti. Ia tak tahu. Siapa itu. Apa itu. Dan apa maksudnya. Bayangan itu datang lagi kepikirannya.
                “Ruang gelap.. Labirin..” Lirihnya. Bayangan itu seakan memberinya sinyal untuk mengingat kejadian sebelum ini. Pikiran itu sangat menyiksanya, belum lagi suara-suara aneh yang mengikutnya kemanapun ia pergi. Menghindar dan terus menghindar. Kai terus berlari, berusaha menjauhkan diri dari gangguan-gangguan itu. Ia jelas belum mengenal daerah tersebut, ia berlari munuju dimana ada celah. Hingga ia masuk kesebuah konstruksi bangunan, dan naik keatas bangunan tersebut hingga lantai tertinggi ujung gedung tersebut. Berhenti sejenak, menatap sekelilingnya dengan pandangan yang sulit diartikan. Mengabaikan sejenak bayangan dan suara yang sedari tadi mengikutinya.
                “Ting ting.”
                Tiba-tiba handphone yang tidak kai sadari ada di sakunya berbunyi. Ia membuka handphone itu dengan perlahan. Secercah cahaya menyorot kearahnya. Sesegera mungkin ia menutup lagi handphone-nya. Kai memegang kepalanya, bayangan itu datang ketika ia baru saja menutup handphone-nya.
                “Labirin itu..” Ia mengerutkan dahi, antara bingung serta sakit yang ia rasakan. “Segi enam.. Kekuatan.. Forces.. Tunggu? Forces?” Bayangan dipikirannya seolah membantunya mengingat masalalunya. Lewat bayangan yang terlintaslah pesan dari pohon kehidupan untuk menemukan forces yang lain, bersatu, dan kembali. Gotcha! Dengan bersusah payah, ia berhasil mengingat semua masalalunya. Teleportasi, batinnya. Dan ketika ia mengedipkan matanya, seketika ia menghilang. Setelah Kai menghilang, burung gagak yang sebelumnya ada di depannya mengibaskan sayapnya sepuluh kali. Seolah memberi kode lalu terbang, jauh, dan menghilang. 하늘은 바다 빛 스며든 금귤 빛
(haneureun bada bit, seumyeodeul geumgyul bit)
The sky is the color of the ocean, a golden light enters
봐 언제 올지 모르지
(bwa, eonje olji moreuji)
Look, you don’t know when it will come
노을 같은 사랑이란
(noreul gateun sarangiran)
A love like the sunset
말없이 번져가고 Love
(mal eobsi beonjyeogago, love)
It quietly spreads, love
다른 색을 가져도
(dareul saekeul gajyeodo)
Even if you’re a different color
네 세상에 물들어가
(ne sesange muldeuleoga)
I’m being colored into your world~
Beautiful Beautiful

.....

Barcelona, 10 : 10.
                Memulai kehidupan baru. Itulah tujuan Tao ketika ia sudah benar-benar tersadar dari tidur panjangnya. Bukan tidur panjang sebenarnya, melainkan dari efek yang menyertainya saat ia masuk ke dalam maze atau labirin segi enam itu. Menjadi individu baru yang seakan lupa dengan kejadian yang baru saja ia alami. Benar-benar lupa dengan ingatan lalunya.
                Pagi itu, ia tbermaksud untuk berjalan mengelilingi kota yang ia tinggali. Setelah ia bertanya dengan seseorang disekitar pusat kota, ia akhirnya tahu. Barcelona, Spanyol. Sudah tidak ada salju, tetapi matahari tidak juga menunjukkan sinarnya. Suasananya terasa sejuk untuk jalan-jalan. Tao mulai melangkahkan kakinya, berkeliling melihat-lihat keadaan kota. Ia terhenti pada sebuah coffe shop di ujung jalan yang ia lewati. Aroma kopi yang menggiur membuat kakinya melangkah dan membawanya masuk. Sedikit bingung dan canggung memang, tetapi ia berusaha bersikap sebiasa mungkin.
                Tao memilih sofa di pojok ruangan. Pilihan yang tepat sepertinya. Sofa merah berbentuk L dengan dihias lampu mewah ala bangunan kota Barcelona dan jauh dari keramaian. Untuk sesaat, ia merasa tentram dan damai di tempat tersebut. Tak lama, pelayan di toko itu menyuguhinya secangkir kopi. “Hmm.. Nikmatnya..” Gumamnya setelah ia menyicipi sedikit kopinya.
                Saat sedang memainkan handphonya, tak sengaja ia melihat surat kabar berbahasa Spanyol. Ia memang tak begitu mengerti bahasa Spanyol, tapi entahlah, dia tak peduli. Ia mulai melihat-lihat halaman depan, lalu membolak-balik halamannya sampai ia melihat gambar komet. Tepatnya ada 10 komet. Ia merasa tertarik dengan gambar itu, lalu mencoba judulnya. Tiba-tiba ia akan sesuatu, Tao membolak-balikkan lagi surat kabar tersebut. Mencari artikel yang berkaitan dengan gambar tadi. Ia merasa kalau ini berkaitan dengan masalalunya. Melupakan masa lalu, itu keinginannya, tetapi masalalu itu sendiri sama sekali tidak ingin dilupakan.
                Lampu hias yang ada di atas meja yang ditempati Tao tiba-tiba memberikan suara seperti akan konslet, sampai akhirnya lampu itu pecah dan mati. Tao yang berada dibawahnya secara reflek mengangkat surat kabar itu untuk melindungi kepalanya. Beberapa detik kemudian Tao melihat ke sekelilingnya. Aneh, ada apa ini? Ucapnya dalam hati. Tak ada satupun yang bergerak. Semua pengunjung bahkan pelayan, semuanya tak bergerak. Ia mengangkat tangannya melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Berhenti. Ada apa ini? Ia semakin bingung. Ia berjalan mendekati orang-orang itu, masih terheran-heran. Ia melangkahkan kakinya keluar toko, yang sebelumnya ia berjalan melewati kaca lampu yang pecah. Bukan berserakan tetapi melayang seperti tak ada grafitasi, dan hebatnya, Tao tak terluka sedikitpun. Saat Tao sudah di luar toko tersebut, ia melihat orang-orang beraktifitas seperti biasanya. Tiba-tiba pikirannya kacau, ia seperti mengingat seseorang. Seperti memberi penjelasan tentang apa yang baru saja terjadi. Time control, batinnya. Ia mengangguk-anggukan kepalanya, seolah tau apa yang akan ia lakukan, ia menengok kanan kiri dan akhirnya berlari cepat ke arah kanan. Tek, tek, tek, tek, tek, tek, tek, tek, tek, tek. Jam yang digital yang ada di toko itu berdetak dari angka 0 sampai 10, mengiringi kepergian Tao.
Babe Babe ni jiu shi wei yi
Babe babe, my own
Lady Lady Luck Luck Luck
Lady lady luck luck luck
So listen
So listen
yi jing youtai duo yuan wang xiang ni qing tu
Many people go toward you
Yeah My precious girl
Yeah, My precious girl
xu yi qian ge yuan ye bu gou
I’ll tell you a thousand wishes
ni shi fou ting jian wo

You can make them come true~

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kunci Jawaban Tugas Mandiri Buku PPKN Kelas 12 Kurikulum 2013 Bab 3

Tugas Mandiri 3.1 (halaman 74 – 75) 1.         No Persamaan Perbedaan 1. Sama sama membahas mengenai hukum, jadi negara berorientasi pada hukum. Tujuan Negara berdasarkan teori teori itu memiliki tujuan yang berbeda beda. 2. Negara bertujuan untuk menyejahterakan rakyatnya. Tujuan Negara dibahas berbeda beda, ada yang mengenai hukum, ekonomi, sosial, dan juga agama. 3. Negara merupakan cerminan dari keinginan rakyatnya. Cara mencapai tujuan tersebut. 4. Kekuasaan negara merupakan di tangan rakyat untuk mencapai tujuan bersama. Dari keseluruhan teori tersebut terlihat jelas perbedaan mereka mensejahterakan rakyatnya. Sebagai contoh teori teokratis atau kedaulatan Tuhan dan teori negara hukum. Mereka sama-sama ingin mensejahterakan rakyatnya namun dengan cara serta pemahaman yang berbeda. Otomatis pe...

Kunci Jawaban Tugas Kelompok 3.1 Buku PPKN Kelas 12 Kurikulum 2013 Bab 3

Tugas Kelompok 3.1 (halaman 83 – 84) No. Jenis Kekuatan Politik Peran Contoh Organisasi 1. Partai Politik. -           Untuk menyalurkan ikatan-ikatan terbatas atau primordial suatu masyarakat yang terbagi dri beberapa golongan seperti rasa, suku, agama, bahasa, dlsb yangberbeda dalam satu wadah hingga menjadi satu pikiran, satu tujuan, dan satu visi serta misi. -           Mencari dan mempertahankan kekuasaan melalui pemilihan umum untuk mewujudkan alternatif kebijakan atau program-program yang telah mereka susun. -           PDIP, -           Partai Demokrat, -           Partai Golkar, -           Partai Hanura, - ...

#7 HALLOWEEN EDITION! | SENKUU'S LOOK WITH LOW BUDGET!