LAPORAN PRAKTIKUM
BIOLOGI
OSMOSIS PADA UBI JALAR

KELAS XI MIA 5
SMA NEGERI 2 PURWOKERTO
Tahun Ajaran 2015/2016
Anggota kelompok :
1.
Cahya Setyautami (07)
2.
Hilmy Fadhla Ilhami (13)

A. Judul Praktikum : Osmosis pada ubi jalar
B. Rumusan Masalah : Bagaimana proses pada ubi jalar?
C.Tujuan Praktikum : Mengamati proses terjadinya osmosis pada ubi
jalarD.Dasar Teori
Osmosis berasal dari kata os artinya lubang dan
move artinya pindah, maka osmosis adalah mengalirnya zat cair melaui membran. zat cair akan selalu mengalir dari larutan yang kadarnya kuat ke larutan yang kadarnya rendah. Cairan sel biasanya bersifat hipertonis dan cairan di luar sel bersifat hipotonis, sehingga air akan mengalir dari luar ke dalam sampai keduanya bersifat isotonis.
Osmosis merupakan suatu fenomena alami, tapi dapat dihambat secara buatan dengan meningkatkan tekanan dengan konsentrasi pekat menjadi melebihi bagian dengan konsentrasi yang lebih encer. Gaya unit per luas yang dibutuhkan untuk mencegah mengalirnya pelarut melalui membran permeabel selektif dan masuk ke larutan dengan konsentrasi yang lebih pekat sebanding dengan tekanan turgor. Tekanan osmotik merupakan sifat koligatif, yang berarti bahwa sifat ini bergantung pada konsentrasi zat terlarut, dan bukan pada sifat zat terlarut itu sendiri.
move artinya pindah, maka osmosis adalah mengalirnya zat cair melaui membran. zat cair akan selalu mengalir dari larutan yang kadarnya kuat ke larutan yang kadarnya rendah. Cairan sel biasanya bersifat hipertonis dan cairan di luar sel bersifat hipotonis, sehingga air akan mengalir dari luar ke dalam sampai keduanya bersifat isotonis.
Osmosis merupakan suatu fenomena alami, tapi dapat dihambat secara buatan dengan meningkatkan tekanan dengan konsentrasi pekat menjadi melebihi bagian dengan konsentrasi yang lebih encer. Gaya unit per luas yang dibutuhkan untuk mencegah mengalirnya pelarut melalui membran permeabel selektif dan masuk ke larutan dengan konsentrasi yang lebih pekat sebanding dengan tekanan turgor. Tekanan osmotik merupakan sifat koligatif, yang berarti bahwa sifat ini bergantung pada konsentrasi zat terlarut, dan bukan pada sifat zat terlarut itu sendiri.
E.
ALAT DAN BAHAN
1. Gelas Beker (2buah)
1. Gelas Beker (2buah)

2. Pisau

3.
Ubi Jalar (muntul)

4. Alat Kupas

5. Cuka

6. Nutrisari (1 bungkus
sachet)

7. Penggaris

8. Timbangan Digital

9. Air
E. CARA KERJA
1.
Kupas dan cuci ubi terlebih dahulu.

2.
Potong ubi sekitar 3x2x1 cm sebanyak 2 potong.

3.
Isi gelas beker sebanyak 80 ml. Lalu tuangkan cuka sebanyak 20 ml.
Aduk rata.

4. Isi gelas beker sebanyak 100 ml. Lalu campurkan Nutrisari. Aduk rata.

5. Timbang ubi menggunakan neraca digital. Massa kedua potong ubi itu
usahakan sama. (disini kami
menggunakan ubi yang beratnya masing-masing 12,50 gram)


6. Masukan ubi itu kedalam
larutan cuka dan larutan nutrisari.

7. Diamkan ubi selama 20 menit.

8. Amati posisi ubi.
9.
Setelah 20 menit, angkat ubi, tiriskan.

10.
Timbang lagi. Catat perubahannya.

F.
HASIL PENGAMATAN
|
No
|
Bahan
|
Massa sebelum direndam
larutan
|
Massa sesudah direndam
larutan
|
|
1
|
2
|
3
|
4
|
|
1.
|
Ubi Jalar A
|
12,50 gr
|
12,86 gr
|
|
2.
|
Ubi Jalar B
|
12,50 gr
|
12,90 gr
|
Pada proses smosis
diatas diketahu bahwa ubi jalar yang direndam pada air nutrisari dan air cuka
mengalami perubahan massa. Ini menunjukkan bahwa adanya zat cair yang terserap
pada ubi jalar tersebut dan berarti proses osmosis ini berhasil. Pada saat di
amati posisinya, ubi jalr yang di endam air nutrisari tetap mengapung,
sedangkan ubi yang di rendam air larutan cuka tampak seperti melayang hampir
terlihat tenggelam.
G.
KESIMPULAN
Konsep pada kegiatan diatas adalah osmosis
adalah perpindahan air, dari larutan hipotonis ke larutan hipertonis melalui
membran semipermiabel. Osmosis pada ubi jalar diatas menunjukan adanya
perubahan suhu berupa penambahan. Ini membuktikan bahwa cairan pada ubi jalar
mengalami perpindahan hipotonis ke larutan hipertonis.
H.
KESALAHAN KERJA
1.
Kesalahan pemilihan bahan yang kurang tepat
sehingga proses osmosis tidak dapet dilihat secara akurat.
2.
Kurangnya persiapan alat dan bahan.
3.
Pemotongan bahan yang tidak serupa.
4.
Waktu merendam yang relatif singkat.
I.
REFERENSI
1.
agungidyaa.wordpress.com/laporan-osmosis/
2.
http://saju-dwi.blogspot.com/2012/11/contoh-praktikum-difusi-dan-osmosis.html
Komentar
Posting Komentar